Hiday Nur : Kartini Masa Kini

One Day One Post
Hiday Nur dan Keluarga

Setelah beberapa waktu larut dalam sunyi, akhirnya nongol lagi. Untuk pertama kalinya merasakan 'beratnya’ kehilangan orang terkasih dalam hidup ini. Namun, hidup harus tetap berjalan, karena Allah swt pun menyukai hamba-Nya yang tidak berlebihan. Saatnya kembali ke rutinitas, meski rindu ini mendekam dalam kalbu dan tak mau lepas.

Kali ini aku ingin bercerita tentang seseorang yang tiada henti membuatku berdecak kagum. Kartini masa kini, barangkali gelar itu tepat kusematkan padanya. Nur Hidayati atau lebih akrab disapa Hiday Nur. Wanita tangguh kelahiran Tuban yang selalu menginspirasi.

Pertama kali mengenal beliau di grup One Day One Post (ODOP). Belum lama sih, karena aku juga baru saja menjadi anggota resmi ODOP awal bulan ini. Namun, karena kemunculannya di grup yang 'berbeda’ dari lainnya membuatku langsung terpana sekaligus ngarep bisa diangkat jadi muridnya. Hahaaiii ….

Berbeda, karena dia hanya sesekali muncul untuk berbagi ilmu, informasi, dan hal-hal penting yang berkaitan dengan dunia kepenulisan. Bahkan, jika ada anggota yang obrolannya mulai out of topic, Mak Hiday ini tidak segan-segan untuk menegur langsung di grup. Awalnya agak 'kaget’, tapi makin ke sini makin paham dan sepemahaman. Tahu sendiri kan, kalau sudah asyik ngobrol bisa lupa diri. Apa saja bisa dibahas dan cenderung nirfaedah.

Saking kepo-nya, aku sengaja  meluangkan waktu berselancar di dunia maya demi mengenal lebih dekat sosok yang satu ini. Membaca cerita-ceritanya membuatku semakin tak bisa berkata-kata.

Bagaimana tidak? Tak hanya berprestasi hingga bisa meraih beasiswa S2 Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LDPD) RI, beliau juga sudah menghasilkan segudang karya. Seperti yang diceritakannya dalam www.hidaynur.web.id, berawal dari keterpaksaan pada tahun 2007 beliau berhasil menulis sebuah buku pembelajaran Bahasa Arab untuk Sekolah Dasar. Dua tahun setelahnya, beliau kembali melahirkan kamus fragmen Bahasa Inggris guna menunjang program bilingual.

Ten years challenge
Karya Hiday Nur

Kecintaan Mak Hiday pada dunia kepenulisan terus menyeretnya hingga menghasilkan sederet karya. English Nowadays for Character Building Vol.4-6 (2013 - 2015), Istana yang Dibangun dari Kata-kata (2016), Menghempas Karang (2016), antologi kisah inspiratif: Tidak Ada yang Kebetulan (2016), kumpulan autobiografi: 51 Profil Perempuan Inspiratif (2016).

Tahun 2017 beliau kembali melahirkan kumpulan esai: Haruskah Aku yang Melamarmu, Pendidikan Karakter, Revolusi Menulis, antologi cerpen dan puisi: Menuju Tuban Berkeadaban, Saat Ramadhan Hampir Usai, Love Pasta, sebuah buku berjudul Aku, Buku dan Membaca, kumpulan puisi: 30 Menit, kisah dan kiat penerima beasiswa LPDP: Awardee Stories, antologi esai: Sahabatku, Inspirasi Menulisku.

Antologi esai: Generasi Qurani Pewaris Peradaban (2018), antologi esai: Perempuan Dalam Pusara Kehidupan (2018), Ketika Arus Tak Mungkin Berbalik (2018), dan Kitab Pangeran Bonang (2018) melengkapi deretan karyanya. Dalam resolusinya, ia pun telah mempersiapkan peluncuran karya yang telah ia jadwalkan secara terperinci dari bulan Januari hingga Mei tahun ini.

Review buku
Karya Hiday Nur yang Akan Segera Terbit

Di sela kesibukannya menulis, beliau juga aktif dalam berbagai komunitas. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya sebagai anggota yang menjadi tim hore saja karena silent reader macam diri ini, beliau menduduki posisi penting pada komunitas yang diikuti. Aktif menjadi pengurus di FLP, penasihat ODOP, rektor di kampus virtual Nulis Aja Community, juga membuka kelas belajar menulis luring di rumahnya.

Paling gress dan membuatku makin termotivasi untuk berbuat lebih adalah lahirnya Sanggar Caraka. TBM yang beliau inisiasi menjadi tempat sinau puebi, fiksi, sejarah, dan english for writer.

Sungguh, mengenal sosok Hiday Nur membuat diri ini merasa papa, sekaligus cambuk bagiku untuk bisa berbuat lebih dari apa yang sekarang dijalani. Karena kesuksesan seseorang itu tergantung niat dan kesungguhan dalam meraihnya. Semoga aku bisa mengikuti jejaknya.

Author:

Menulis adalah aktivitas yang membuat mataku terus berbinar. Blog ini merupakan salah satu caraku berkarya. Dengan kunjungan dari teman-teman, aku merasa mendapat suntikan semangat untuk terus menulis lebih baik. Terima kasih telah membaca dan mengapresiasi artikel berjudul Hiday Nur : Kartini Masa Kini. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, mohon sertakan sumber link asli.

www.coretanibukiya.blogspot.com

6 comments:

  1. Bener mbak, mengenal dia merasa papa. Tapi itu menginspirasi kita untuk bisa lebih baik ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tos dulu kita, Mbak. Tapi Mbak Wid mah gak kalah kece dengan Mak Hiday. Aku juga mau berguru padamu, Kakak Senior. πŸ™πŸ˜˜

      Hapus
  2. Makassiiiih, Mbak. Saling mendoakan yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kembali kasih, Mak. Aamiin allohumma aamiin. πŸ˜‡

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Senang sekali jika berkenan memberi komentar, namun jangan meninggalkan link hidup ya.



Salam,



Ibu Kiya